Categories
Writing

Ketapang Kencana (Endemik Madagaskar) di Tanah Nusantara

Pepohonan di tepi jalan sangat penting. Selain menjadikan sejuk dan teduh, penghijauan di sisi tepi kanan/kiri sepanjang jalan juga bisa berfungsi sebagai penyerap air hujan dan pencegah banjir.

Kapan pohon ditanam dan siapa penanamnya kadang tidak diketahui; artinya tumbuh “liar” dan sengaja tidak ditebang; cuma dirawat seperlunya agar tidak mengganggu pengendara dan kabel-kabel yang melintasinya. Namun ada juga pohon-pohon yang sengaja ditanam oleh dinas terkait. Ada pula yang ditanam oleh perusahaan swasta; sebagai wujud realisasi CSR (Corporate Social Responsibility). Jenis pohon yang ditanam biasanya memiliki daun yang rindang, batang yang besar dan akar yang kuat dan dalam diantaranya: trembesi, jati, ketapang, dll.

Kemarin saya menjumpai pohon Ketapang Kencana yang ditanam di sepanjang jalan Jalingkos (Jalan Lingkar Kota slawi) yang baru selesai dibangun. Nampaknya penanamannya belum lama. Tingginya saja baru 2,5 meteran. Saya abadikan dalam sebuah foto berikut.

Nama lain dari pohon Ketapang Kencana adalah Madagaskar Almond. Sesuai namanya, pohon ini merupakan pohon endemik Madagaskar; hanya tumbuh di pulau Madagaskar yang terletak di lepas pesisir benua Afrika bagian selatan. Saya tidak ingin tahu sejak kapan pohon ini mulai diperkenalkan di tanah nusantara Indonesia. Sudah pasti ada seseorang yang dengan sengaja membawanya ke sini untuk sekedar koleksi pribadi atau komersil. Yang menjadi pertanyaan saya adalah huruf “k” dalam penulisan “Madagaskar”. Kenapa tidak “c” saja: “Madagascar”. Kok mirip dengan ejaan Indonesia? Benar-benar membuat saya penasaran.

Sumber yang saya baca menyebutkan nenek moyang penduduk asli Madagaskar berasal dari Nusantara. Pada mulanya pulau Madagaskar kosong; tidak dihuni oleh manusia. Baru pada abad ke-9 ada sekelompok orang (dipercaya berasal dari Nusantara) menginjakkan kakinya di pulau tak berpenghuni ini. Kalau memang betul dari Nusantara, bisa jadi mereka adalah utusan Kerjaan Sriwijaya yang terkenal dengan kejayaannya di bidang kemaritiman di masa itu. Di salah satu forum, saya pernah mendengar akar kata Madagaskar berasal dari “Madaga” dan “Sekar” (Bahasa Jawa) yang dirangkai menjadi “Madagasekar”; “Madagasikara” dalam Bahasa Malagasy; jadilah “Madagaskar”.

Sebuah penelitian membuktikan DNA penduduk asli Madagaskar sama persis dengan orang Indonesia[1]

“Pulau Madagaskar dihuni 1.200 tahun yang lalu oleh sekelompok kecil perempuan Indonesia. Banyak indikasi yang menunjukkan bahwa mereka adalah pemukim asal Kerajaan Sriwijaya, baik dalam bahasa, budaya maupun biologik.”

Prof. Herawati Sudoyo. Dikutip dari Detik.com

Ini merupakan bukti kejayaan Nusantara masa lampau. Sebagai kerajaan maritim, Sriwijaya telah membuktikan kemajuan tekonologi perkapalan dan ketangguhan manusianya yang mampu berlayar jauh hingga ke pulau Madagaskar. Apakah bentuk kapalnya sama seperti kapal-kapal tradisional yang ada saat ini? Bagaimana mereka membuatnya? Adakah misi khusus yang ingin mereka capai? Perdagangan atau memperluas kekuasaan, misalnya. Kenapa mereka menetap di Madagaskar? 

Kalau ditelisik lebih jauh, pada abad ke-9, Kerajaan Sriwijaya sedang berada dibawah kekuasaan raja Balaputradewa. Ia adalah seorang cucu raja Jawa — keturunan Dinasti Syailendra. Pada prasasti Nalanda[2] disebutkan bahwa Balaputradewa merupakan raja Suwarnadwipa (sekarang Sumatra). Karena pada zaman itu pulau Sumatra identik dengan Kerajaan Sriwijaya, maka para sejarawan sepakat bahwa Balaputradewa adalah raja Sriwijaya[3]

Selain ciri-ciri fisik, ada kesamaan budaya penduduk Madagaskar dengan Nusantara, antara lain: cara bercocok tanam, pemrosesan besi, adanya kapal cadik, musik gamelan dan bahasa. Bahasa Perandis dan Malagasi adalah bahasa resmi Madagaskar. Bahasa Malagasi memiliki tingkat kemiripan tertentu dengan Bahasa Indonesia. Sebagai bukti, simaklah video berikut. 

Kharis Sulistiyono
Tegal, 30 Desember 2019


[1] https://kumparan.com/kumparannews/kisah-dari-madagaskar-nenek-moyangku-orang-indonesia
[2] https://id.wikipedia.org/wiki/Prasasti_Nalanda
[3] https://id.wikipedia.org/wiki/Balaputradewa#Menjadi_Raja_Sriwijaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *