Categories
Writing

Cerita di Balik Pembuatan Wapuu untuk Komunitas WordPress Semarang

Wapuu adalah media grafis yang mengomunikasikan brand WordPress berbentuk sebuah maskot yang khas. Sekaligus menjadi simbol yang mewakili ciri khas dari komunitas WordPress yang inklusif. Karena dapat dimodifikasi ke berbagai macam karakteristik yang digunakan untuk mendukung kegiatan-kegiatan WordPress (seperti WordCamp dan Meetup). Misalnya Wapuu Tuktuk untuk WordCamp Asia 2020 dan Wapuu Si Pitung untuk WordCamp Jakarta.

Kumpulan individu atau organisasi dengan visi yang sama memerlukan tanda-tanda pengenal khusus yang mencerminkan visi mereka. Dari yang kecil seperti klub mancing, klub sepeda onthel, hingga negara memerlukan bahasa simbolik berupa warna, gambar, atau kombinasi keduanya yang disepakati bersama. Bahasa simbol semacam ini sudah ada sejak 4000 tahun yang lalu (sumber: Wikipedia). Simbol menyampaikan pesan dengan sangat sederhana dan singkat; serta dapat mengeliminir repotnya mengutarakan pesan dengan kalimat yang panjang — baik secara lisan maupun tertulis.

Jika ingin menunjukkan apa yang Anda lakukan dengan WordPress kepada orang-orang yang hadir dalam sebuah kegiatan WordPress dengan efektif dan tepat sasaran, mengenakan simbol-simbol khusus seperti kaos bersablon Wapuu bisa menjadi langkah yang layak dicoba. Kata orang, apa yang Anda pakai menunjukkan siapa Anda. Lihatlah kaos Wapuu dan kaos-kaos lain beratribut WordPress di tautan berikut ini.

Berbagai model Wapuu yang dibuat oleh komunitas WordPress tampak lucu-lucu. Semuanya tersedia di situs Wapuu.us. Desain originalnya berbentuk seperti karakter binatang berwarna kuning, berkaki empat, bertelinga agak lebar memanjang, dan ekor yang panjang. Sekilas mirip dengan Pikachu. Namun jika diamati akan terlihat kentara perbedaannya. Ada sebuah bola berwarna biru dan terdapat logo “W” khas WordPress, yang sedang dipeluk si Wapuu. Ah, lucu sekali! Tengoklah wujudnya di tautan berikut.

Dari desain orisinal inilah berbagai macam karakteristik Wapuu lainnya bermula. Dengan adanya lisesi GPL yang melekat padanya, menjadikan siapa saja bisa membuat variasi-variasi lain yang lebih menarik. Tersedia file SVG untuk Wapuu orisinal ini, yang bisa diakses oleh publik dari repositori Github. Sehingga dapat diambil dan dimodifikasi sesuai keperluan. Proses pembuatannya dapat menggunakan aplikasi grafis seperti Corel Draw atau Adobe Illustrator.

Selain bisa diaplikan ke kaos, Wapuu juga dapat dijadikan souvenir seperti dicetak ke mug atau stiker. Berikut adalah stiker Wapuu yang kali pertama saya punya. Diberi secara cuma-cuma oleh seorang kontributor WordPress yang sangat dermawan, yaitu Mbak Devin Maeztri. Terima kasih banyak Mbak Devin!

Sepertinya cocok ditempelkan di layar belakang laptop saya. 

Dari stiker inilah saya terinspirasi untuk membuat Wapuu. Kebetulan beberapa pekan lalu saya diminta oleh organizer WordPress Meetup Semarang (Mas Ahmad Syarifuddin Fuddin) untuk ikut mengelola situs web Komunitas WordPress Semarang yang beralamat di https://wpsemarang.org. Tujuan dari situs web tersebut salah satunya adalah untuk menginformasikan kegiatan-kegiatan komunitas. Pada poster Meetup yang akan diselenggarakan pada tanggal 1 Februari mendatang, terdapat gambar latar Wapuu yang memakai blangkon dan memegang bendera Indonesia. Terkesan masih sangat general, meski sudah menunjukkan kekhasan Indonesia dan Jawa. Supaya Wapuu yang dipakai dapat benar-benar mencerminkan kekhasan Komunitas WordPress di Semarang, sepertinya akan lebih bagus dibuatkan Wapuu khusus. Maka saya berinisiatif untuk membuatnya. Berikut hasilnya.

Sebelum saya publikasikan Wapuu ini ke blog wpsemarang.org, saya sampaikan terlebih dahulu ke semua anggota Komunitas WordPress Semarang di Slack WP ID di kanal #semarang. Rata-rata dari semua anggota yang tergabung menyambut positif dengan memberikan emoji “like” atau jempol. Ada pula yang memberikan respon seperti berikut.

Seru! Terima kasih atas apresiasnya.

Mungkin teman-teman komunitas mengira Wapuu ini adalah buatan saya. Untuk menghindari asumsi yang demikian, maka saya beritahukan bahwa desainernya adalah adik saya. Saya hanya menyumbangkan konsep awal desain dan meminta bantuan adik saya untuk membuatnya. Berikut ini adalah proses desain yang mungkin bisa Anda lakukan juga untuk membuat Wapuu versi komunitas Anda.

  1. Merancang konsep; 
  2. Mencari kemungkinan konsep serupa di situs web direktori Wapuu sebagai referensi; 
  3. Mengunduh SVG Wapuu orisinal
  4. Mengunduh SVG logo type “W”
  5. Mulai berkreasi dengan aplikasi grafis (menggunakan Adobe Illustrator); 
  6. Meminta feedback dari komunitas;
  7. Merevisi dan melakukan perbaikan.

Selanjutnya adalah submit ke direktori Wapuu untuk memperluas sebaran hasil karya grafis berlisensi GPL ini supaya mudah ditemukan oleh orang banyak. Serta agar dapat digunakan dan dimodifikasi orang lain. Sebelum tersedia di direktori Wapuu, harus melewati proses peninjauan untuk memastikan kualitas dan kelayakannya. Hingga saat ini proses review sedang berlangsung dan saya masih menunggu approval. Mudah-mudahan di-approve.

Tegal, 21 Januari 2020

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *